Categories: Bahan Bangunan

by Admin

Share

Categories: Bahan Bangunan

by Admin

Share

Ada banyak jenis atap rumah yang bisa dipakai untuk melindungi hunian Anda, salah satunya adalah asbes. Atap asbes saat ini masih banyak diminati walaupun terdapat jenis atap lain yang kualitasnya lebih baik. Walaupun asbes dianggap tidak baik untuk kesehatan, nyatanya masih banyak orang yang menjadikannya sebagai opsi untuk menutup bagian atap rumah.

Hal tersebut disebabkan oleh beberapa kelebihan yang dimiliki oleh atap asbes tersebut. Sebagai pertimbangan, Anda bisa menyimak berbagai keunggulan dan kelemahan yang dimiliki oleh asbes sebagai berikut.

Apa Itu Atap Asbes?

Sebelum membahas lebih dalam tentang kelebihan dan kekurangannya, ada baiknya Anda mengetahui dulu tentang apa itu asbes. Asbes adalah salah satu material bangunan yang sering dimanfaatkan sebagai atap hunian. Material bangunan yang satu ini memiliki tampilan bergelombang dan serat yang halus pada permukaannya.

Bahan baku asbes adalah bijih mineral alami yang tahan terhadap zat kimia, air, dan juga api. Oleh sebab itu, bahan asbes juga bisa diaplikasikan untuk benda lain seperti tirai anti api, baju tahan panas, hingga pelindung kabel listrik. Hebatnya, material asbes juga mampu menahan panas hingga 800 derajat. Walaupun dianggap kuat, namun asbes tidak dapat diurai oleh alam.

 

Kelebihan Asbes dalam Konstruksi Bangunan

Hingga saat ini, material asbes masih menjadi opsi yang banyak dipilih untuk konstruksi atap bangunan. Hal tersebut bukan tanpa sebab, karena asbes menyimpan banyak keunggulan. Berikut adalah daftar kelebihan asbes yang perlu Anda tahu.

1. Dijual dengan Harga Terjangkau

Alasan utama kenapa atap asbes selalu laku di pasaran adalah harganya yang terjangkau. Jika Anda memiliki budget pas-pasan dalam membangun rumah, jenis atap ini bisa jadi opsinya. Jadi Anda tidak perlu khawatir lagi dengan anggaran bangunan yang kemungkinan akan membengkak.

2. Bobot Ringan

Selain memiliki harga yang murah, asbes juga berbobot ringan. Oleh karena itu, proses pemasangannya hanya membutuhkan sedikit tiang penyangga. Di sisi lain, hal ini juga membuat pekerjaan juga bisa selesai lebih cepat. Jika pekerjaan bisa cepat selesai, Anda juga bisa menghemat biaya jasa tukang, terutama pekerja konstruksi harian. Karena beratnya yang ringan, asbes dianggap sebagai material atap bangunan yang cukup aman.

3. Mudah Dipasang

Masih erat kaitannya dengan sifatnya yang ringan, faktor ini juga mempengaruhi kemudahan dalam pemasangannya. Atap asbes mudah dipasang karena cukup ringan. Selain menghemat budget, Anda juga bisa menghemat waktu pengerjaan.

Kekurangan Material Asbes

Walaupun harganya murah, ringan, dan mudah dipasang, namun ada beberapa kelemahan yang dimiliki produk asbes. Selain perihal tampilan, hal ini juga berkaitan dengan masalah kesehatan. Daripada penasaran langsung saja simak informasinya di bawah ini.

1. Tampilan Kurang Menarik

Tampilan asbes terlihat kurang menarik jika dibandingkan dengan jenis atap lainnya. Asbes memiliki bentuk gelombang yang monoton pada permukaan serta warna abu-abu pucat yang berserat. Oleh karena itu, atap asbes tidak cocok bagi Anda yang menginginkan adanya sentuhan dekoratif pada atap rumah.

2. Rentan Pecah atau Retak

Kelemahan material asbes selanjutnya adalah gampang retak atau pecah. Selain punya berat yang ringan, asbes juga memiliki tekstur yang tipis. Hal tersebut membuatnya rentan pecah. Jadi, Anda harus teliti dan hati-hati saat melakukan pemasangan. Apabila pecah, lembaran asbes tidak bisa diperbaiki dan harus diganti dengan yang baru.

3. Membuat Penghuni Rumah Merasa Gerah

Atap asbes mudah menyerap panas, sehingga saat terpapar matahari akan membuat rumah menjadi terasa gerah. Hal tersebut pastinya membuat penghuni rumah merasa kurang nyaman karena kepanasan. Oleh sebab itu, material asbes tidak direkomendasikan bagi Anda yang tinggal di wilayah yang memiliki cuaca panas.

4. Kurang Baik untuk Kesehatan

Masalah kesehatan yang ditimbulkan asbes sebenarnya terjadi jika material tersebut dipakai dalam kurun waktu yang cukup lama. Partikel atau serat pada asbes dapat beterbangan dan berpotensi terhirup oleh manusia. Hal ini tentu saja berisiko menyebabkan penyakit paru-paru yang membahayakan kesehatan. Untuk menghindari risiko tersebut, Anda sebaiknya mengganti atap asbes secara berkala tiap 4 atau 5 tahun. Hal ini berlaku sekalipun atap asbes masih dalam keadaan baik atau belum rusak. Jika diabaikan, hal tersebut bisa menimbulkan masalah kesehatan pada penghuni rumah.

STAY IN THE LOOP

Subscribe to our free newsletter.

Don’t have an account yet? Get started with a 12-day free trial

Related Posts

  • Besi CNP dan UNP merupakan dua jenis besi tulangan yang umum digunakan dalam konstruksi bangunan. Perbedaan utama terletak pada proses pembuatan dan komposisinya, yang berdampak pada sifat fisik dan mekaniknya. Pemahaman akan perbedaan ini sangat penting dalam memilih jenis besi yang tepat untuk proyek konstruksi tertentu. Perbedaan Proses Pembuatan Besi CNP (Concrete Reinforcing Steel) dibuat […]

  • Pipa stainless adalah pipa yang terbuat dari baja tahan karat atau stainless steel, yang memiliki kandungan kromium minimal 10,5%. Kandungan kromium inilah yang membentuk lapisan pelindung pada permukaan pipa, menjadikannya tahan terhadap korosi dan oksidasi. Selain kromium, pipa ini juga mengandung elemen lain seperti nikel, molibdenum, dan mangan yang semakin memperkuat sifat anti karat dan […]

  • Ketemu lagi dengan kami dalam pembahasan tentang jenis-jenis lisplang dan kegunaan terhadap bangunan. Seluruhnya ada 5 jenis lisplang dan kegunaannya ada 9 macam. Anda penasaran bukan?. Tapi sebelum itu, semoga kabar teman-teman semua baik-baik saja. Tetap dalam kondisi prima dan tak bosan-bosan membaca artikel-artikel yang kami sajikan. Keberadaan lisplang terhadap bangunan Jika anda pernah menemui keterangan gambar […]

  • Memahami Kegunaan & Fungsi Kawat BWG (Bendrat) dalam Berbagai Aplikasi Kawat BWG (Bendrat) adalah bahan yang sering digunakan dalam berbagai proyek konstruksi, kerajinan, dan banyak aplikasi lainnya. Kawat BWG adalah singkatan dari “Birmingham Wire Gauge,” yang merupakan sistem pengukuran ketebalan kawat yang digunakan secara luas di Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya. Sistem ini awalnya […]