by Admin
Share
by Admin
Share

GRC merupakan singkatan dari Glassfiber Reinforced Cement, adalah plafon yang terbuat dari campuran semen dan serat. Jika dilihat sekilas, plafon GRC ini memiliki bahan dasar yang hampir serupa dengan beton, namun bobotnya lebih ringan. Apabila konstruksi beton memiliki tulang baja di dalamnya. Maka, plafon GRC ini menggunakan serat glass fiber sebagai penguatnya.
Beberapa orang mungkin menyamakan plafon GRC dengan gypsum. Namun, sebenarnya keduanya memiliki karakteristik yang berbeda.
Papan semen fiberglass ringan ini tahan terhadap kelembaban sehingga tidak mudah lapuk. Secara umum, komposisinya terdiri dari serat kaca berdaya tahan tinggi dan tahan alkali serta kombinasi campuran semen (seperti beton) dan sejenisnya.
Berdasarkan beberapa sumber, plafon ini awalnya dikembangkan pada tahun 1960-an sebagai alternatif beton yang diperkuat dengan Steel Reinforced Concrete. Awalnya, GRC ini diproduksi sebagai bahan pelapis eksterior. Namun, lambat laun bahan ini bisa diolah menjadi berbagai jenis produk arsitektur bagunan yang berdaya guna. Salah satunya adalah plafon GRC ini.
STAY IN THE LOOP
Subscribe to our free newsletter.
Hollow gypsum adalah bahan bangunan yang terbuat dari besi dan dilapisi dengan stainless steel dan pigmen zinc anti karat. Hollow gypsum sering digunakan untuk membuat rangka plafon pada rumah dan gedung. Berikut adalah beberapa karakteristik hollow gypsum: Kokoh dan tahan lama Ringan Tidak mudah lapuk Tahan terhadap rayap Memiliki kekuatan struktural yang baik Lapisan catnya biasanya berwarna […]
Proyek adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu dalam waktu yang terbatas. Proyek merupakan gabungan dari berbagai sumber daya yang dihimpun dalam organisasi sementara. Ciri-ciri proyek: Memiliki tujuan yang jelas Bersifat sementara Memiliki batasan awal dan akhir pelaksanaan Memiliki jadwal yang jelas Memiliki batasan anggaran Memiliki batasan tenaga kerja Memiliki batasan mutu Manajemen proyek adalah […]
Apabila Juragan sudah tahu jenis-jenis bahan bangunan yang akan digunakan dan telah menyelesaikan desain bangunan yang akan dibangun, kini saatnya melakukan perhitungan. Melalui perhitungan ini, kamu dapat memperkirakan seberapa banyak bahan bangunan yang dibutuhkan dan berapa biaya yang mesti dikeluarkan. Pertama-tama yang harus dilakukan yaitu menghitung luas bidang bangunan yang akan dibangun dan kemudian dikalikan […]
Berbicara mengenai tipe hunian, umumnya developer membedakannya ke dalam tujuh tipe, yakni 21, 36, 45, 54, 60, 70 dan 120. Ketujuh tipe-tipe rumah tersebut adalah yang umum di desain oleh developer. Yuk, kenali macam-macam tipe rumah tersebut. Tipe Rumah 21 Tipe rumah 21 adalah tipe rumah yang paling kecil dibangun oleh pengembang perumahan karena hanya memiliki ukuran rumah berkisar […]